Sajian lumpia yang terkenal sebagai oleh-oleh asli dari Semarang, Jawa Tengah disebut berasal dari sajian khas Tiongkok yang dikenal dengan spring roll.
Spring roll disebut berasal dari Tiongkok dan biasanya disantap untuk mengawali hari pertama di musim semi. Sajian ini menyebar ke berbagai negara dan mendorong munculnya berbagai varian khas dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, seperti di Indonesia, Malaysia, Filiphina, hingga Vietnam.
Kebiasaan menyantap spring roll ini sudah dikenal sejak masa Dinasti Jin (266-420 SM), bentuk awalnya enggak seperti lumpia yang kita kenal sekarang. Dulu spring roll berbentuk seperti kue atau martabak sehingga populer juga disebut sebagai spring cake. Spring roll hingga saat merupakan jenis jajanan jalanan yang mudah ditemui di berbagai tempat seperti pasar pagi atau di pasar malam, terutama di Taiwan, Tiongkok.
Sajian ini secara tradisional dikonsumsi ketika perayaan Qing Ming, dan merupakan kue tipis yang diisi dengan beragam jenis sayuran.
Perkembangan cita rasa dari sajian ini mulai makin bervariasi sejak masa pemerintahan Dinasti Tang (618-907 SM).
Kala itu spring rolls mulai banyak digunakan sebagai persembahan untuk memuja para leluhur atau dipersiapkan sebagai bekal perjalanan untuk masyarakat Minnan yang hendak bepergian.
Pada masa itulah rempah seperti bawang-bawangan mulai banyak digunakan dan penyajiannya pun mulai dibuat untuk dinikmati panas.
Beragam Varian Spring Rolls
Di Indonesia, spring roll lebih akrab disebut sebagai lumpia. Panganan ini populer sebagai oleh-oleh khas kota Semarang.
Lumpia goreng atau lumpia basah khas semarang memiliki isian rebung dan tambahan udang atau telur, dinikmati bersama saus bawang putih, acar timun dan tunas daun bawang.
Sedangkan tren lumpia basah dari bandung merupakan sajian lumpia yang dibuat dadakan tanpa digulung, dengan isian berupa telur, tauge, dan bengkuang, yang bisa ditambah juga dengan mie instan atau kwetiau goreng yang dimasak ketika ada yang memesannya.
Sedangkan lumpia basah khas Malaysia atau Singapura disebut dengan popiah yang menurut catatan sejarah dibawa oleh orang-orang Fujian, Tiongkok datang ke tanah Melayu.
Popiah bisa disebut sebagai resep peranakan yang hingga kini banyak dijual sebagai jajanan kaki lima. Resep aslinya yang dibawa dari Tiongkok menggunakan isian daging babi.
Resep itu lalu disesuaikan dengan menggantinya menjadi daging udang supaya lebih ramah untuk masyarakat muslim yang tinggal di Malaysia.
Di Filipina, lumpia masing menggunakan isian daging babi yang dicampurkan dengan daging udang.
Varian lumpia basah yang dikenal masyarakat setempat sebagai Lumpiang disajikan dengan bumbu siraman manis dan kacang cacah di bagian atasnya.
Sedangkan lumpiang ubod diisi dengan rebung dan lumpiang hubad disajikan tanpa digulung.
Sajian spring roll di vietnam cukup berbeda dengan sajian lumpia yang ada di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
Biasanya spring roll atau lumpia dibungkus menggunakan kulit yang terbuat dari tepung terigu putih.
Tapi, sajian spring roll di vietnam yang dikenal dengan gỏi cuốn (summer roll) dan cha gio (fried spring roll) ini dibungkus menggunakan kertas nasi atau rice paper.
Rice paper dibasahi terlebih dulu sebelum digunakan untuk membungkus sayur-sayuran mentah dan daging udang yang sudah direbus sampai matang.
Setelah digulung spring roll akan disajikan dengan saus kacang dan dalam kondisi yang sudah dingin.
Sedangkan, jika ingin menikmati kerenyahan atau versi gorengnya maka spring roll ini bisa digoreng sebagai Cha Gio.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar