Corn Dog pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat oleh para pendatang asal Jerman. Hak paten makanan ini didaftarkan pada tahun 1927 dan disetujui dua tahun setelahnya. Namun, Corn Dog tak lantas populer di kalangan masyarakat AS ketika itu.
Beberapa penjual makanan mengklaim berkontribusi dalam memviralkan Corn Dog, termasuk di antaranya adalah Carl dan Neil Fletcher yang menjual jajanan ini sebagai “Corny Dog” di festival tahunan Texas antara tahun 1938 hingga 1942. Selain itu, ada pula Pronto Pup di festival Minnesota yang mengaku sebagai penemu Corn Dog di tahun 1941.
Pada dasarnya, Corn Dog adalah sosis yang dilapisi adonan tepung jagung dan disajikan dengan semacam stick. Itulah mengapa, jajanan ini juga sering disebut sebagai Hot Dog on a stick.
Di AS sendiri, Corn Dog saat ini sudah menjadi makanan ringan yang sangat merakyat dan kerap dijajakan di vendor pinggir jalan ataupun di acara-acara festival. Salah satu variasinya yang terkenal adalah Corn Dog isi keju yang menggunakan melted cheese di antara sosis dan adonan tepung jagung.
Sama seperti banyak unsur kebudayaan lain, jajanan Corn Dog yang berasal dari AS juga diadopsi di Korea Selatan dan sangat populer di sana. Akan tetapi, Corn Dog Korea memiliki ciri khasnya sendiri karena sosis yang dimasak tidak dilumuri oleh tepung jagung.
Alih-alih, para penjaja makanan di Negeri Ginseng tersebut menggunakan adonan yang terbuat dari tepung dan air. Selain itu, mereka juga menggunakan topping seperti kentang, mie ramen, atau bahan lainnya.
Kesamaan Korean Corn Dog dan Corn Dog dari AS terletak pada cara penyajiannya yang sama-sama menggunakan stick dan saus atau mustard sebagai pelengkap opsional.
Menariknya, orang Korsel lebih mengenal Corn Dog sebagai Hot Dog, sehingga berisiko membingungkan turis asing yang melancong ke sana jika ingin memesan Hot Dog yang asli.
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar